Bagaimana perusahaan ini bisa memangkas response time hingga 50% tanpa merekrut satu pun CS baru?
Tantangan: Customer Service yang Kewalahan
Masalah yang terlihat sederhana, tapi berdampak besar: Mengapa tim CS selalu terlihat sibuk, tapi pelanggan tetap mengeluh lambat ditanggapi?
Klien kami adalah perusahaan dengan pertumbuhan pesat. Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, volume pertanyaan dan keluhan juga melonjak drastis. Tim CS mulai kelelahan, dan yang paling parah — pelanggan mulai komplain di media sosial.
- Puluhan bahkan ratusan chat masuk setiap hari dari berbagai channel
- Banyak pesan yang terlewat atau tidak terbaca hingga berhari-hari
- Tidak ada sistem pembagian prioritas — semua dianggap sama pentingnya
- Tim CS bingung harus mulai dari mana dan mengerjakan apa duluan
- Keluhan pelanggan meningkat, rating layanan menurun
Menemukan Akar Masalah
Ketika tim PSM melakukan assessment, kami menemukan bahwa masalahnya bukan pada jumlah tim. Tim CS sebenarnya sudah cukup, bahkan berlebih untuk volume yang ada.
- Tidak ada sistem ticketing — semua chat masuk ke satu tempat tanpa kategorisasi.
- Tidak ada leveling prioritas — pertanyaan sepele dan keluhan urgent ditangani dengan cara yang sama.
- Tidak ada SLA yang jelas — tim tidak tahu berapa lama seharusnya merespon.
- Tidak ada tracking performa — manajemen tidak bisa melihat mana CS yang produktif dan mana yang butuh bantuan.
Intinya, tim CS bekerja sangat keras, tapi tanpa arah yang jelas. Mereka seperti berlari di tempat — energi habis, tapi hasil tidak maksimal.
Solusi PSM: Membangun CS Ticketing Workflow
Kami tidak merekomendasikan menambah tim. Sebaliknya, kami membangun sistem ticketing workflow yang membuat tim existing bekerja jauh lebih efisien.
Langkah pertama adalah memetakan semua jenis pertanyaan dan keluhan yang masuk. Dari situ, kami membuat kategorisasi otomatis:
- 📥 Auto-Kategorisasi Ticket - Setiap pesan masuk langsung terkategorisasi berdasarkan jenis (pertanyaan produk, keluhan, follow-up, dll.)
- 🚦 Leveling Prioritas - Ticket dibagi menjadi URGENT (harus direspon dalam 1 jam), NORMAL (respon dalam 4 jam), dan FOLLOW-UP (respon dalam 24 jam)
- ⏱️ SLA yang Jelas - Setiap level prioritas memiliki target waktu respon yang terukur dan dipantau
- 📊 Dashboard Harian - CS dan supervisor bisa melihat status ticket secara real-time, mana yang belum ditangani, mana yang hampir deadline
Dengan sistem ini, CS tidak perlu lagi berpikir "harus mulai dari mana?" Sistem yang mengarahkan mereka ke ticket yang paling penting terlebih dahulu.
Lebih dari Sekadar Sistem: Membangun Budaya Responsif
Kami juga membantu tim membuat Standard Operating Procedure (SOP) untuk setiap jenis ticket. Ini memastikan kualitas respon konsisten, siapapun CS yang menangani.
Supervisor tidak lagi hanya mengawasi, tapi menjadi coach yang membantu tim improve berdasarkan data performa.
Budaya kerja berubah dari "siapa cepat dia dapat" menjadi "siapa yang paling urgent dia duluan".
Hasilnya: Cepat dan Nyata
Bukan karena menambah budget rekrutmen, tapi karena menambah sistem yang tepat.
Insight Kunci
Terkadang, tim tidak butuh tambahan anggota. Mereka butuh sistem yang membantu mereka bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.
Pelajaran dari Case Ini:
💡 Kecepatan tidak datang dari menambah orang, tapi dari menambah sistem yang benar.
Jika tim CS Anda terlihat sibuk tapi pelanggan masih mengeluh lambat, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini masalah jumlah orang, atau masalah cara kerja?
Siap Transformasi Customer Service Anda?
Biarkan PSM membantu Anda membangun sistem yang membuat tim Anda bekerja lebih efisien dan pelanggan lebih puas.
Hubungi Kami